Kadang aku ingat pesan ibuku ( mamak begitu aku memanggilnya ) " boleh punya mimpu, boleh punya keinginan, tapi juga harus bisa lihat punggung ( lebih spesifik lagi GITHOK ". buka aku kurang ajar sama orang tua dengan tidak mendengarkan nasihat mereka. justru aku tidak pernah membantah yang mereka katakan, karena surga dan ridho Alloh ada pada keridhoan mereka. saat aku menulis ini semua berarti aku sedang bermimpi, bahkan mungkin akan ditertawakan orang. ( udah biasa ). kata mas Bondan juga kita gak boleh takut bermimpi, kita juga gak boleh takut melangkah. kalau hasilnya tidak sesuai harapan juga mas Bondan berpesan " Ya Sudahlah,, ". Plong rasanya......
kita mulai mimpi kita, sangat mendambakan rasanya jika saat ini aku berumur 19 tahun dengan segudang prestasi dan kemandirian. entah bagaimana perjalanannya juga sudah pernah aku tulis dilain media. sehingga sekarang seperti saat ini. Memberi motivasi kepada setiap orang, menulis buku, diundang distasiun TV, memiliki usaha yang maju pesat, menciptakan kemandirian pribadi dan membantu orang lain ( sekali lagi boleh bermimpi ). Setiap manusia memiliki passion maasing - masing, didalam hatiku selalu tertanam bahwa aku berhak sukses! itu tertanam sejak aku lulus SMA dan diperkuat saat dulu aku bekerja direstoran Super Penyet, disana aku diajarkan banyak hal dan mengikuti banyak pelatihan yang membuat aku seperti sekarang ini. saat aku berusia 23 tahun, aku dan istriku bertekad untuk mencapai kemandirian sebelum umur kami 30 tahun. sebelumnya kita sering berkata tidak mungkin, tapi semua pasti mungkin. Keinginan yang kuat, keyakinan, terus belajar, berdoa dan bersedekah salah satu kuncinya, itulah yang tertanam pada kami. kehidupan kadang tidak diduga - duga ( makanya bilang " WOW" ) aku masih ingat kedatanganku kesemarang 7 Februari 2009, dengan uang Rp. 75.000,. ( uang itu diberi bapaku, waktu itu dia ngutang untuk bisa ngasih sangu aku kesemarang ) uang itu aku buat transport, singkat cerita aku hidup dalam pas - pasan. aku ingin sekali kuliah saat itu, makanya aku gak pernah jajan, yang penting bisankuliah. inilah tekadku yang pertama terbukti, kehidupanku terasa memaksaku untuk berpikir keras tiap hari. saat sebelum menikah juga aku belum lulus kuliah waktu itu, tanpa uang sepeserpun, sekali lagi keyakinan inilah yang mendorong alam semesta ini. banyak sekali yang telah kita alami, jualan jus tiga bulan tutup pernah kita alami, menawarkan sabun cuci piring, beli minyak bekas, ngumpulin rongsokan, ngumpulin koran, dan masih banyak lagi yang kualami jika diingat bisa membuat aku menangis. paling menyedihkan saat kita tidak punya uang sama sekali saat keluarga, bahkan saat istri kita sangat membutuhkannya. kalian semua pasti bisa membayangkan sepasang suami istri tanpa uang sepeserpu haarus hidup selama tiga bulan, aku ingin menangis rassanya saat dia bilang " besok aku naik angkot pakai apa? "aku ingat juga saat aku mengajak jalan - jalan keluargaku dan uangnya habis. rasanya ingin menangis dan menyalahkan diriku. setiap malam kami makan mie instan untuk mengantarkan kami tidur. setiap hari kita sarapan nasi sama kering Rp. 2.500/porsi. bahkan pernah tidak sarapan karena tidak punya uang. setiap hari terutama jam makan siang kami selalu memanfaatkan jatah makan siang dari perusahaan. sangat miris rasanya saat - saat itu, tapi kami selalu yakin bahwa kami berbeda, dan kami punya tujuan dan impian yang lebih besar. dari banyak hal yang telah kami lalui makanya aku dan istriku ingin memotivasi orang lain untuk meraih sukses. semau berhak untuk sukses asalkan mau kerja keras. saat ini umurku belum 29 tahun dan telah tercapai keinginan kami untuk mandiri seperti yang kami bayangkan, kami gambarkan tiap malam, kami yakini setiap waktu. Kami berhak sukses adalah kalimat yang selalu menghiburku setiap kami merasa dibawah. kami ingin berterima kasih dan minta maaf kepada semua orang yang dulu telah banyak memberikan segalanya untuk kami. saat usia ke 29 tahun ini kami telah memperoleh banyak hal, harta, kesehatan, keturunan, kesempatan, dan maasih banyak yang tidak bisa kita htung nikmat dari tuhan yang begitu banyak. terima kasih untuk istriku Ayu Anggraeny yang setia dan selalu saling mendukungku, orang tuaku yang telah mengawalku sejak aku lahir, mertuaku, guru ngajiku, guru sekolahku, para dosenku, para atasanku dulu, para bosku dulu, dan kepada para karyawan. dan yang tidak bisa kami sebut satu persatu.( sekali lagi mimpi, tapi patut diamini )
" AMIN ANDA AKAN MEMBANTU MEWUJUDKAN MIMPI KAMI "
TERIMA KASIH,
kalau sabar baca tulisan ini besok ya tahun 2018, he he he,,,,,,,,,
Ciyus mi,,, mi apa? mie ayam kali, modal mimpi mau dapat sukses,,? ( tenang pasti ada actionnya )
kita mulai mimpi kita, sangat mendambakan rasanya jika saat ini aku berumur 19 tahun dengan segudang prestasi dan kemandirian. entah bagaimana perjalanannya juga sudah pernah aku tulis dilain media. sehingga sekarang seperti saat ini. Memberi motivasi kepada setiap orang, menulis buku, diundang distasiun TV, memiliki usaha yang maju pesat, menciptakan kemandirian pribadi dan membantu orang lain ( sekali lagi boleh bermimpi ). Setiap manusia memiliki passion maasing - masing, didalam hatiku selalu tertanam bahwa aku berhak sukses! itu tertanam sejak aku lulus SMA dan diperkuat saat dulu aku bekerja direstoran Super Penyet, disana aku diajarkan banyak hal dan mengikuti banyak pelatihan yang membuat aku seperti sekarang ini. saat aku berusia 23 tahun, aku dan istriku bertekad untuk mencapai kemandirian sebelum umur kami 30 tahun. sebelumnya kita sering berkata tidak mungkin, tapi semua pasti mungkin. Keinginan yang kuat, keyakinan, terus belajar, berdoa dan bersedekah salah satu kuncinya, itulah yang tertanam pada kami. kehidupan kadang tidak diduga - duga ( makanya bilang " WOW" ) aku masih ingat kedatanganku kesemarang 7 Februari 2009, dengan uang Rp. 75.000,. ( uang itu diberi bapaku, waktu itu dia ngutang untuk bisa ngasih sangu aku kesemarang ) uang itu aku buat transport, singkat cerita aku hidup dalam pas - pasan. aku ingin sekali kuliah saat itu, makanya aku gak pernah jajan, yang penting bisankuliah. inilah tekadku yang pertama terbukti, kehidupanku terasa memaksaku untuk berpikir keras tiap hari. saat sebelum menikah juga aku belum lulus kuliah waktu itu, tanpa uang sepeserpun, sekali lagi keyakinan inilah yang mendorong alam semesta ini. banyak sekali yang telah kita alami, jualan jus tiga bulan tutup pernah kita alami, menawarkan sabun cuci piring, beli minyak bekas, ngumpulin rongsokan, ngumpulin koran, dan masih banyak lagi yang kualami jika diingat bisa membuat aku menangis. paling menyedihkan saat kita tidak punya uang sama sekali saat keluarga, bahkan saat istri kita sangat membutuhkannya. kalian semua pasti bisa membayangkan sepasang suami istri tanpa uang sepeserpu haarus hidup selama tiga bulan, aku ingin menangis rassanya saat dia bilang " besok aku naik angkot pakai apa? "aku ingat juga saat aku mengajak jalan - jalan keluargaku dan uangnya habis. rasanya ingin menangis dan menyalahkan diriku. setiap malam kami makan mie instan untuk mengantarkan kami tidur. setiap hari kita sarapan nasi sama kering Rp. 2.500/porsi. bahkan pernah tidak sarapan karena tidak punya uang. setiap hari terutama jam makan siang kami selalu memanfaatkan jatah makan siang dari perusahaan. sangat miris rasanya saat - saat itu, tapi kami selalu yakin bahwa kami berbeda, dan kami punya tujuan dan impian yang lebih besar. dari banyak hal yang telah kami lalui makanya aku dan istriku ingin memotivasi orang lain untuk meraih sukses. semau berhak untuk sukses asalkan mau kerja keras. saat ini umurku belum 29 tahun dan telah tercapai keinginan kami untuk mandiri seperti yang kami bayangkan, kami gambarkan tiap malam, kami yakini setiap waktu. Kami berhak sukses adalah kalimat yang selalu menghiburku setiap kami merasa dibawah. kami ingin berterima kasih dan minta maaf kepada semua orang yang dulu telah banyak memberikan segalanya untuk kami. saat usia ke 29 tahun ini kami telah memperoleh banyak hal, harta, kesehatan, keturunan, kesempatan, dan maasih banyak yang tidak bisa kita htung nikmat dari tuhan yang begitu banyak. terima kasih untuk istriku Ayu Anggraeny yang setia dan selalu saling mendukungku, orang tuaku yang telah mengawalku sejak aku lahir, mertuaku, guru ngajiku, guru sekolahku, para dosenku, para atasanku dulu, para bosku dulu, dan kepada para karyawan. dan yang tidak bisa kami sebut satu persatu.( sekali lagi mimpi, tapi patut diamini )
" AMIN ANDA AKAN MEMBANTU MEWUJUDKAN MIMPI KAMI "
TERIMA KASIH,
kalau sabar baca tulisan ini besok ya tahun 2018, he he he,,,,,,,,,
Ciyus mi,,, mi apa? mie ayam kali, modal mimpi mau dapat sukses,,? ( tenang pasti ada actionnya )
